Tindakan Polosi terhadap Geng Motor di Wilayah Bandung Timur

“Bangun dan tingkatkan kerjasama dengan semua pihak untuk lebih memantapkan dukungan kepada seluruh jajaran POLDA JABAR dalam penegakan supremasi hukum”.

 

batim-maung.jpg

Sesuai dengan mottonya tingkatkan kerjasama dengan semua pihak, diharapkan polisi bisa termotivasi untuk bekerja lebih baik lagi. Sebagai aparat penegak hukum polisi tidak bisa bekerja sendirian, masyarakat pun ikut berperan dalam membantu menegakan supremasi hukum.

Akhir – akhir ini masyarakat diresahkan oleh ulah sekolompok anak remaja yang masih labil dan egonya yang meluap – luap. Mereka mengekpresikan diri melalui sebuah komunitas geng motor. Komunitas ini sudah lama terbentuk dan pada awal mulanya hanya sebagai sekolompok orang yang terdiri dari orang – orang yang menyukai motor atau pecinta motor. Namun sejak 4 bulan terakhir ini komunitas geng motor mulai bertindak anarki dan tak segan – segan membunuh orang tanpa ada rasa bersalah dan kasihan.

Namun yang sangat disayangkan komunitas geng motor ini beranggotakan para remaja yang masih berumur 16 – 19 tahun, yang memang sedang mabuk akan popularitas di kalangannya. Mereka seakan bangga dengan nama gang motor yang dibawanya. Mereka ingin dianggap, namun dengan cara yang negative.

Geng motor ini biasanya melakukan aksi dengan berkonvoy rame – rame dan bila melibas apa saja yang ada dihadapanya, seperti yang terjadi di Antapani, seorang warga yang sedang membeli sate di bacok dengan menggunakan belati dan samurai. Dalam peristiwa tesebut satu buah motor tukang ojeg tak luput dari objek pengrusakan.

Berdasarkan data dari kepolisian dalam 4 bulan terakhir ini sedikitnya ada 3 kasus penganiyaan ringan dan satu yang dikategorikan berat karena menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Sesuai dengan UU yang berlaku apabila seseorang melakukan penganiyaan dikenakan hukuman kurungan 1 tahun 6 bulan, bagi yang turut serta membantu sesuai pasal 55, 56 dikenakan hukuman kurungan penjara 1 tahun.

Menurut Wamil Reskrim Ali Alimin upaya pencegahan dalam menekan tindakan anarki geng motor ada sebuah program yaitu “Bentara RW” yang diaman di setiap RW di tugaskan seorang polisi yang berfungsi sebagai koordinator tiap RW, dan RW bertugas menyampaikan kepada RT setempat mewaspadai warganya terutama

remaja. Selain itu memberikan penyuluhan agar para remajanya sadar hukum. Selain itu setiap malam minggu melakukan patroli di 4 titik rawan yaitu antapani, arcamanik, ujung berung, dan marga cinta. Dan bisa dibilang upaya pencegahan ini bisa dibilang berhasil. Meskipun begitu pihak kepolisian Bandung Timur patroli setiap malam minggu tidak akan dihentikan ini berkaitan dengan perintah langsung dari KAPOLDA JABAR bahwa “sikat habis geng motor, tidak memandang anak pejabat tetap harus ditindak”.

Selama tahun 2006 tercatat ada 392 kasus kriminalitas di wilayah Bandung Timur dan kasus yang sudah terselasaikan sebanyak 182 kasus. Sedangkan sepanjang tahun 2007 – sekarang tecatat 319 kasus dan 133 kasus terselaikan.

Memasuki 4 bulan terakhir situasi di 4 titik rawan geng motor sudah mulai terkendali, meski begitu pihak kepolisian akan tetap melakukan patroli rutin guna mencegah geng motor kembali merajarela apalgi sebentar memasuki bulan desember dan pergantian tahun. Untuk antisipasi selain patroli rutin juga meningkatkan pengamanan mejelang tahun baru dibeberapa ruas yang mungkin akan dilalui geng motor.

 

oleh : Angga Gatia Junjunan

Satu Tanggapan to “Tindakan Polosi terhadap Geng Motor di Wilayah Bandung Timur”

  1. QORI Says:

    itu salah orang tua mereka yg membelikan sepeda motor tuuh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: