Pasar Vintage

aapasargede.jpg

Gedebage (14/11) sekitar pukul 13.00 WIB, langit mendung menyelimuti. Tapi itu tidak menyurutkan para shopaholic memburu baju di Gedebage ini atau masyarakat Bandung suka menyebutnya “Cimol”. Kawasan Cimol ini memang sudah lama ada. Sudah bertahun-tahun lamanya Cimol ini menjadi tempat belanja favorit masyarakat Bandung, khususnya anak muda, bahkan orang-orang dari luar kota seperti Jakarta sengaja datang ke Cimol, hanya untuk berbelanja. Harga yang sangat murah, baju-baju dengan desain unik menjadi salah satu alasan kenapa orang-orang suka berbelanja disini. Cimol menyuguhkan baju-baju seperti kaos, jaket, baju bermodelkan vintage, tas-tas unik dan masih banyak lagi tentunya dengan harga yang sangat murah. Dengan hanya membawa Rp 100.000 saja kita bisa mendapat kurang lebih 6 atau 7 item, beda halnya dengan kita berbelanja di toko seperti distro, mungkin kita hanya akan mendapat satu item saja. Umumnya baju yang dijual disini adalah baju bekas. Tapi, walaupun baju bekas kondisinya masih tetap layak dipakai, asal kita teliti memeriksa, apakah ada yang cacat atau tidak sebelum membelinya. Negara-negara seperti Singapura, Hongkong, Cina adalah asal dari baju-baju bekas ini.

Kurang lebih ada 100 pedagang disini. Umumnya pedagang-pedagang di Cimol ini bukan berasal dari Bandung, tetapi dari Padang, Palembang, Batak dan sebagainya. Seperti halnya Feri (22). Pedagang yang berasal dari Palembang ini, sudah 2 tahun berdagang disini. Baju yang dia jual umumnya kaos-kaos untuk perempuan. Feri mendapatkan barang-barang yang akan dia jual dari seorang pemasok yang merupakan pemasok semua pedagang di Cimol ini. Biasanya pedagang bertubuh tegap ini membeli barang per ba. Satu bal berisi sekitar 500 potong baju. Tapi tidak semua dijual, hanya baju yang kondisinya masih bagus saja yang ia jual. Harga yang ditawarkan oleh Feri berkisar antara Rp 10.000 sampai Rp 30.000, cukup murah khan?. Dengan harga yang ditawarkan Feri mampu memperoleh omset yaitu bila hari-hari biasa seperti hari Senin sampai Kamis dia bisa memperoleh Rp 300.000 per hari sedangkan pada hari-hari weekend seperti hari Jumat, Sabtu dan Minggu Feri mampu memperoleh Rp 1.000.000 per hari saja. “ Ya pokoknya balik modallah” ujar pedagang yang murah senyum ini.

Selain berbicara tentang omset, Feri pun berbagi tips kepada kita, yaitu kalau mau berbelanja ke Cimaol ini datanglah pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu, karena di hari itu semua pedagang mengobral habis-habisan barang dagangan mereka. Jadinya harga yang ditawarkan murah menjadi semakin murah dengan diadakannya obral besar-besaran itu. Ternyata bukan hanya masyarakat biasa saja yang suka berbelanja kesini, arti-artis pun juga suka berbelanja kesini.

“Aming paling sering belanja kesini, truz Nadine yang Putri Indonesia juga pernah belanja kesini” kata Feri sambil merapihkan barang dagangannya.

Cimol memang punya keunikan tersendiri, sehingga dari dulu sampai Semarang tempat ini selalu ramai dikunjungi bahkan dari luar kota sekalipun.walaupun tempat belanja yang tidak terlalu nyaman dan tidak terlalu bersih, Cimol selalu mempunyai daya tarik tersendiri sehingga orang-orang selalu ingin berbelanja lagi dan lagi. Tertarik? Datanglah kesana.

oleh : R.Ghita Intan P

Satu Tanggapan to “Pasar Vintage”

  1. QORI Says:

    pasar unik ya,dibanjarmasin juga ada,namanya pasar tungging,kalo kesana beli apapun harus nungging.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: